Selasa, 29 Mei 2012

Sistem pernafasan manusia :D







A.      Sistem Pernafasan Secara Umum
Sistem pernafasan secara garis besarnya terdiri dari paru-paru dan susunan saluran yang menghubungkan paru-paru dengan yang lainnya, yaitu rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus dan paru – paru.
Pada awalnya kita menghirup udara melalui rongga hidung yang kemudian melewati laring kemudian terus ke trakea. Trakea bentuknya seperti pipa yang kuat, terletak di depan kerongkongan, melalui leher sampai mencapai rongga dada sebelah atas. Dinding trakea diperkuat oleh beberapa cincin rawan yang pada bagian belakangnya terbuka. Dalam rongga dada, trakea bercabang dua yaitu tenggorok kanan dan kiri yang masing-masing cabang memasuki paru-paru kanan dan paru-paru kiri.
Cabang dari trakea disebut bronkus. Bronkus terbagi menjadi dua, yaitu yang menuju paru-paru kanan dan menuju paru-paru kiri. Bronkus bercabang lagi menuju bronkiolus. Masing-masing cabang tersebut berakhir pada gelembung paru-paru atau alveolus. Bronkus mempunyai ranting-ranting seperti pada pohon. Pada ranting-rantingnya yang terakhir terdapat gelembung-gelembung paru-paru yang amat kecil dan amat tipis dindingnya. Gelembung-gelembung itu hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Dalam dindingnya mengalir darah melalui pembuluh-pembuluh kapiler, sehingga mudah terjadi pertukaran gas dari darah ke udara yang terdapat dalam gelembung paru-paru dan sebaliknya. Darah tersebut mengambil zat pembakar (oksigen) dan mengeluarkan karbondioksida.
Rongga dada terbagi atas 3 bagian. Di depan dan di tengah agak ke kiri terletak kandung jantung yang menyelubungi seluruh jantung. Di belakang kandung jantung terdapat beberapa alat yaitu trakea, kerongkongan dan aorta. Organ pernafasan tersebut terpendam dalam susunan jaringan ikat yang tebal. Bersama kandung jantung organ tadi merupakan suatu sekat yang membagi rongga dada di tengahnya. Sekat itu dinamakan "Sekat Dada". Disebelah kanan dan kirinya terdapat rongga yang dilapisi oleh selaput paru-paru parietal yaitu rongga selaput paru-paru. Rongga ini seluruhnya ditempati oleh paru-paru.
Antara permukaan paru-paru yang juga dilapisi oleh selaput paru-paru visceral dan dinding rongga selaput paru-paru terdapat celah yang sempit yang berisikan sedikit cairan. Sekat dada khususnya jantung tidak terletak tepat ditengah-tengah rongga dada, tetapi agak ke kiri, sehingga menyebabkan paru-paru kiri lebih kecil dari paru-paru kanan. Isi rongga dada dapat diperbesar berkat pengaruh otot-otot pengangkatan iga-iga, kontraksi sekat rongga badan yang melengkung ke atas. Paru-paru mengikuti perluasan rongga dada maka terhisaplah udara melalui saluran pernapasan yang telah diuraikan di atas. Bila tenaga-tenaga yang melapangkan dada berhenti bekerja, maka kekenyalan dinding dada dan paru-paru menyebabkan penyempitan rongga dada kembali. Pada waktu tersebut iga-iga menurun kembali, sekat rongga badan melengkung lagi ke atas, sehingga kelebihan udara didesak keluar dari paru-paru. Proses tersebut terjadi bila kita menghembuskan nafas (mengeluarkan nafas).
Dari penjabaran di atas dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan yaitu pertama, fungsi utama dari adanya sistem pernafasan kita adalah untuk memberikan darah gas oksigen yang nantinya disalurkan keseluruh tubuh. Kedua, ketika kita bernafas maka yang kita hirup adalah gas oksigen (lambang kimianya O2 ) sedangkan gas yang dilepaskan disebut gas karbondioksida dengan lambang kimianya CO2.
B.       Organ – Organ Penyusun Sistem Pernafasan
Sistem pernafasan terdiri atas beberapa organ yang memegang peranan masing – masing dalam melaksanakan fungsinya. Organ – organ penyusun sistem pernafasan antara lain :
1.    Hidung
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis). Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar sudorifera). Selaput lendir berfungsi menangkap benda asing yang masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang masuk.
Hidung terdiri atas beberapa jaringan penyusun, antara lain :
v  Jaringan epitel : epitel berlapis pipih (kolumnar).
v  Jaringan ikat    : darah, lemak dan tulang rawan.
v  Jaringan otot : jaringan otot sadar (lurik) serta jaringan saraf sensoris dan motoris
v  Jaringan saraf
Pada hidung juga terdapat sel Goblet dan kelenjar serous berfungsi melembabkan udara yang masuk. Selain itu hidung juga dikelilingi oleh Sinus Paranalis ( yang di lapisi oleh mucus respiratorius ).  Contoh sinusnya yaitu:
v  Sinus Maxilaris
v  Sinus Prontalis
v  Sinus Ethmoldalis
v  Sinus Sphenoldalis

2.    Faring
Faring terletak di hadapan tulang vertebra servikal, dari arah dasar tengkorak ke atas tulang vertebra servikal ke 6 dan berterusan dengan esofagus. Faring terdiri daripada otot rangka dan dilapisi oleh membran mukus. Bagian paling atas faring dikenali sebagai nasofarinks. Nasofaring terletak posterior terhadap kaviti hidung dan berhubungan dengannya melalui pembukaan hidung internal. Setiap dinding lateral mempunyai pembukaan untuk tiub auditori yang berhubung dengan telinga tengah. Dinding posterior banyak mempunyai tisu limfa yang disebut adenoid. Bagian tengah faring pula dikenali sebagai orofaring dan terletak posterior terhadap kaviti oral . Di dinding lateral terdapat sekumpulan tisu limfa yang dikenali sebagai tonsil palatin dan di anterior pula tonsil lingual yang terletak pada dasar lidah. Bagian paling bawah faring ialah laringofaring yang terletak posterior terhadap larinks.
Faring terdiri atas beberapa jaringan penyusun, antara lain :
v  Epitel Mukosa Respiratoria  dengan 2 tipe, yaitu :
a. Sel Goblet : sel yang akan mensekresi mucus yang akan menangkap bahan-  bahan kotoran dari luar
v  b. Sel bersilia : silia akan bergerak untuk mendorong mucus keluar.
v  Pembuluh darah
v   Lamina propia : terdiri dari jaringan ikat yang mengandung kelenjar dan banyak sabut-sabut elastis.
v  Tunika Sub Mukosa : mengandung jaringan ikat yang mempunyai banyak
jaringan limfoid
>> Berdasarkan letaknya jaringan limfoid dibagi menjadi :
1.Tonsillae Pharygica : letaknya di belakang nasopharing
2.Tonsillae Palatina  : terletak di perbatasan rongga mulut dan oroparing kanan.
3.Tonsillae Lingialis   : terletak pada akar lidah
4.Tonsillae Tubaria     : terletak di sekitar muara Tuba Eustachi
  
3.    Laring
Laring dibagi atas beberapa jaringan penyusun, antara lain :
v Kartilago tidak berpasangan yang dibagi menjadi :
a. Kartilago Tiroid : terletak di bagian proksimal kelenjar tiroid. Berukuran lebih besar dan lebih menonjol pada laki-laki akibat hormon yang disekresi saat pubertas.
b. Kartilago Krikoid : cincin anterior yang lebih kecil dan lebih tebal, terletak di bawah kartilago tiroid.
c. Epiglotis : Katup kartilago elastis yang melekat pada tepian anterior kartilago tiroid, saat menelan, epiglotis secara otomatis menutup mulut laring untuk mencegah masuknya makanan dan cairan.
v Kartilago berpasangan yang dibagi menjadi :
a. Kartilago Aritenoid : melekat pada pita suara sejati, yaitu lipatan berpasangan dari epitelium skuamosa bertingkat.
b. Kartilago Korinulata : melekat pada bagian ujung kartilago aritenoid.
c. Kartilago Kuneiform : berupa batang-batang kecil yang membantu menopang jaringan lunak.
Selain itu laring juga memiliki 2 pasang lipatan mukosa yang membagi laring menjadi:
   1. Lipatan ventrikular : di sebut juga pita suara palsu yang dapat merapat untuk menahan nafas.
2. Lipatan Vokalaris : di sebut pita suara sejati yang membentuk suara., terdapat dua buah otot , oleh gerakkan otot ini maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara dapat melebar dan mengecil, sehingga terbentuklah suara.

4.    Trakea
Trakea berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding trakea tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
Trakea terdiri atas jaringan penyusun, antara lain :
v  Jaringan ikat yang dilapisi otot polos
v   Sel epitel yang terdiri dari :
1. Sel silindris bersilia
2. Sel goblet
3. Sel slindris dengan striated border ( sel penyikat )
4. Sel lymfosit, makrofag
v  Epitelium kolumna pseudostratum bersilium.

5.    Bronkus
Bronkus secara umum terbagi menjadi 2, yaitu bagian kanan dan bagian kiri. Bagian kanan lebih pendek dan lebih lebar, terdiri dari 6-8 cincin, mempunyai 3 cabang. Bagian kiri lebih panjang dan ramping dari yang kanan, terdi dari 9- 12 cicncin mempunyai 2 cabang. Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkiolus lobaris dan bronkus segmentalis. Percabangan ini berjalan terus menerus menjadi bronkus yang ukurannya semakin kecil menjadi bronkus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak mengandung alveoli
>> Bronkus terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru-paru, yaitu:
1.Bronkiolus respiratoris
2. Ductus alveolaris
3. Sakus alveolaris terminalis
Bronkiolus cabang utama dari bronkus tidak mempunyai tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus).

6.    Alveoli
Alveoli merupakan suatu sel pipih alveolar tipe satu dimana dinding alveoli tersusun
oleh selapis epitel gepeng.  Dan dalam ruang diantara sebaran alveoli terdapat jaringan ikat elastis yang penting untuk ekhalasi. Alveolus di lapisi oleh zat lipoprotein yang di namakan surfakta.

7.    Paru – Paru
Paru – paru terletak di rongga dada tepat di sekat diafragma. Paru-paru terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian kanan yang memiliki 3 lobus dan bagian kiri yang memiliki 2 lobus. Paru – paru  dibungkus oleh dua lapis selaput paru-paru yang di sebut pleura
v  Pleura dibagi menjadi 2, yaitu
1. Pleura visceral, yaitu : selaput paru yang langsung membungkus paru.
2. Pleura parietal, yaitu : sselaput yang melapisi rongga dada sebelah luar


C.      Mekanisme Pernafasan

Sehubungan dengan organ yang terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut terjadi secara bersamaan.
1. Pernapasan Dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut :
a. Fase inspirasi
    Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga
udara luar yang kaya oksigen masuk.
b. Fase ekspirasi
    Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
2. Pernapasan Perut
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.
Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai beriku :
a. Fase Inspirasi
    Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.
b.Fase Ekspirasi
   Fase ekspirasi merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.

D.      Gangguan pada Sistem Pernafasan
Alat- alat pernapasan merupakan organ- organ tubuh yang sangat penting. Jika alat- alat ini terganggu karena penyakit atau kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat menyebabkan kematian.
Berikut beberapa macam gangguan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia, yaitu :
>>Influenza (Flu)
Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin- bersin, dan tenggorokan terasa gatal.
>>Asma ( Sesak nafas )
Merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma bersifat menurun.
>>Tuberkulosis ( TBC)
Penyakit paru- paru yang diakibatkan serangan bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil- bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru- paru yang diserang meluas, sel- selnya mati dan paru- paru mengecil. Akibatnya nafas penderita tidak teratur
>>Macam- macam peradangan pada system pernapasan manusia :
a.Rinitis, radang pada rongga hidung akibat infeksi oleh
Virus, misalnya virus influenza. Rinitis juga dapat terjadi karena reaksi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu. Produksi lendir (ingus) meningkat.
b. Faringingitis, radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus. Tenggorokan sakit dan tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi antibiotic.
c. Laringitis, radang pada laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alcohol, atau banyak bicara.
d. Bronkitis, radang pada cabang batang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami demam, menghasilkan banyak lendir yang menyumbat batang tenggorokan sehingga penderita sesak napas.
e. Sinusitis, radang pada sinus. Sinus letaknya di daerah pipi di kiri dan kanan batang hidung, biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui operasi.
>>Asfiksi
Adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan oksigen yang disebabkan oleh : tenggelam (akibatnya terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi lendir dan cairan limfa), keracunan CO atau HCN, atau gangguan sitokrom (enzim pernapasan).
>>Asidosis
Adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah, sehingga pernapasan terganggu.
>>Difteri
Adalah penyumbatan pada rongga faring maupun laring oleh lendir yang dihasilkan oleh kuman difteri.
>>Emfisema
Adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
>>Pneumonia
Adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
>> Wajah adenoid (kesan wajah bodoh)
Disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan ditekak atau amandel.
 >>Kanker paru-paru
Mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat menjalar keseluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan kebiasaan merokok (75% penderita adalah perokok). Perokok pasif juga dapat terkena kanker paru-paru. Penyebab lain adalah penderita menghirup debu asbes kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar